Menu

Service Laptop

Sharing mengenai tekhnik dan trik mengenai service laptop, sharing schematic diagram dan bios.

Service Printer

Berbagi tips dan trik mengatasi masalah pada printer. Ada juga driver dan resetter.

Networking

Sama-sama belajar instalasi jaringan komputer dan maintenance. Juga mengulas seluk beluk internet.

Elektronik

Belajar elektronik memang tidak mudah. Tapi sangat menantang dan menyenangkan.

Programming

Belajar coding emang bikin pusing. Kadang disitu saya merasa seding.

Monday, March 31, 2014

Cara Membuat Bootable Flashdisk Tanpa Software (Win7/8/8.1)

TUTORIAL LENGKAP
MEMBUAT BOOTABLE FLASHDISK TANPA SOFTWARE + PIC
UNTUK WINDOWS 7 / 8 / 8.1

Bootable via Flashdisk termasuk bootable yang menurut saya cukup aman dan disarankan untuk menginstallasi Windows. kenapa demikian? menurut saya, Bootable via flashdisk itu mengurangi adanya file corrupt dari Installer windows itu sendiri seperti yang saya pernah alami. Saya pernah menginstall Windows menggunakan DVD.Pada saat itu DVD yang saya gunakan kondisinya sudah kurang baik, sudah banyak goresan-goresan kecil di DVD Installertersebut. tetapi saya pun tetap memaksa untuk menginstallnya tapi akhirnyaBluescreen

Ada 2 Hal yang saya perhatikan jika saya mau menginstall menggunakan DVD Installer yaitu Melihat kondisi DVD Drive apakah masih baik dan masih lancar dalam membaca suatu piringan DVD atau CD? Dan yang kedua yaitu DVD Installernya apakah masih dalam kondisi yang baik?

Dari apa yang saya sudah tulis diatas, kenapa kita memilih bootable via flashdisk? karena lebih mudah, dan mengurangi adanya file penting yang ada padawindows yang corrupt. tetapi dengan cara ini, anda harus milihat kondisi flashdisknya terlebih dahulu juga yah.

Kita langsung ke pokok pembahasan. 

Cara membuat bootable flashdisk tanpa software.
Cara ini adalah cara yang cukup mudah bagi saya. karena kita tidak perlu mendownload software dan kita hanya membutuhkan command prompt yang telah disediakan oleh windows.

Apa saja yang disediakan jika kita ingin membuat bootable windows di flashdisk?

  1. Installer Windows 7/8/8.1 yang telah anda download terlebih dahulu. (anda juga bisa mengambil installer dari DVD)
  2. Flashdisk yang kinerjanya masih Normal dan masih baik.
  3. Ketelitian
Langkah-langkah membuat bootable windows tanpa software.
Disini saya akan memberikan tutorial + screenshot. dan pada contoh ini, saya akan membuat bootable windows 8.1.

1. Masukan atau colokan Flashdisk yang akan dijadikan bootable windows. saya sarankan flashdisk kosong terlebih dahulu.
2. Bukalah CMD dengan cara CTRL+R dan ketikan cmd lalu tekan Enter.
3. Setelah anda membuka CMD, ketikan DISKPART Lalu tekan enter dan akan muncul kotak dialog DISKPART seperti ini.


4. ketikan LIST DISK lalu tekan enter


dalam LIST DISK anda akan melihat beberapa disk. disk itu menentukan harddisk dan media yang anda gunakan seperti flashdisk. dalam contoh diatas, flashdisk yang saya gunakan yaitu Disk 2.jika sudah memahami letak dimana flashdisk itu berada, lanjut ke langkah berikutnya.

5. Ketikan SELECT DISK 2 (kenapa Disk 2? karena dalam contoh yang saya gunakan, flashdisk saya terdapat dalam disk 2). jika flashdisk anda di disk 2, 3, dst, silahkan ganti pada SELECT DISK 2 menjadi SELECT DISK 3, 4 dst. lihat lah gambar dibawah ini.


6. Setelah itu, Ketikan CLEAN > enter


7. Ketikan CREATE PARTITION PRIMARY > enter


8. ketikan SELECT PARTITION 1 > enter


9. Ketikan ACTIVE > enter


10. Ketikan FORMAT FS=NTFS > enter


Tunggu hingga proses format selesai 100%

11. Ketikan ASSIGN > enter dan muncul tampilan seperti ini.


12. setelah tahap diatas selesai, ketikan EXIT untuk keluar dari diskpart.

13. Siapkan lah Installer Windows 7/8/8.1 yang akan kalian buat bootable nya. anda bisa mount installer berformat ISO yang telah anda download menggunakan software power ISO, Daemon, dan sebagainya atau anda bisa dari DVD installeryang sudah anda siapkan lalu copykan semua file dan folder yang terdapat pada fileISO atau DVD Installer tersebut (INGAT!! Jangan sampai ada yang tidak dicopy).



14. Setelah semua tahap selesai, Silahkan kalian Eject Flashdisk yang kalian gunakan sebagai sebagai bootable windows 7/8/8.1 Lalu colokan kembali. lihat, apakah icon Drive pada Flashdisk yang kalian gunakan sudah berubah menjadi Icon installer windows seperti ini?


Jika icon drive flashdisk sudah berubah, berarti anda berhasil membuat bootable via flashdisk. Untuk menginstall Windows via flashdisk, kalian hanya mengubahprimary boot device pada BIOS Anda.

Good Luck 

Wednesday, March 19, 2014

Apa itu AutoIt ??









Awalnya aplikasi (atau lebih tepatnya bahasa program) dibuat oleh Bapak Jonathan Bennet pada tahun 1998 yang saat itu sedang dalam proyek automated windows NT4 di sebuah perusahaan di Inggris (UK). Ia berfikir bahwa Script yang ada (pada waktu itu) bagus tapi tidak dapat diandalkan, karena kecepatan eksekusi dan tidak adanya kontrol key untuk menunda antara ketikan otomatis pada keyboard. Masalah lainnya adalah tidak adanya kunci yang menetukan direktori aktif ketika file dieksekusi. Lalu pada Natal ditahun yang sama Jon mencoba membuat bahasa yang menggunakan C dalam pengembanganya. dan jadilah Autoit ini.
beberapa fitur dari AutoIt ini adalah :
  • mudah dipelajari karena sintaksnya yang menyerupai BASIC
  • dapat mensimulasi ketikan dan pergerakan mouse.
  • dapat memanipulasi windows (jendela kerja) dan proses.
  • dapat berinteraksi dengan semua standart kontrol windows (seperti WIN + R, WIN + D, dll)
  • skrip yang telah jadi dapat dikompile menjadi file executable yang berdiri sendiri (standalone)
  • dapat digunakan untuk menghasilkan GUI
  • support COM
  • dapat memanggil fungsi dari DLL dan WINDOWS API secara langsung.
  • dapat bekerja pada windows jenis apapun.
  • bekerja pada UAC vista.
OK, segitu aja perkenalannya dengan AutoIt.

 Saya akan sedikit membahas bagaimana penggunaannya. Autoit bisa didownload disini,
dan bagi penggila source code, source code AutoIt bisa didownload disini dikembangkan dengan visual C 6 dan 7 tapi bisa pake MinGW juga.
 Ketika mendownload AutoIt dan menginstallnya, maka paket dari installasi itu sudah berisi compiller, editor, dan fungsi untuk membuat script menjadi standalone application (menggunakan UPX executable packer).

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan.
Selamat mencoba. Good luck

Sunday, February 9, 2014

Rangkaian Lampu Flip-Flop Sederhana Dengan Transistor


Rangkaian lampu flip-flop ini bisa dibilang rangkaian awal dimulainya sistem digital, hanya dengan mengunakan beberapa komponen sederhana seperti tansistor, resistor dan elco kita sudah dapat membuat rangkaian ini. Rangkaian ini sangat cocok bagi pemula yang belajar elektronika karena begitu gampangnya rangkaian ini dibuat dan tidak membutuhkan banyak biaya.


Cara kerja rangkaian lampu flip-flop ini ialah transistor digunakan dalam keadaan cut off dan saturasi ( ON/OFF ), dan kapasitor elektronik (elco) digunakan sebagai delay untuk mentriger kaki basis transisitor dikarenaka sifat elco yang dapat menampung arus listik. Lamanya flip-flop tergantung pada besar kecilnya ukuran elco, jadi jika kamu membutuhkan delay waktu yang lama maka kapasitas elco dapat kamu perbesar begitu juga sebaliknya jika kamu membutuhkan waktu delay yang sebentar maka kamu dapat memberikan kapasitas elco yang lebih kecil.

Berikut ini layout PCB lampu flip-flop dengan mengunakan transistor :


Sekian dulu bahasan kali ini, dari yang sederhana akan munculnya hal yang luar biasa. oleh sebab itu jangan pernah lupakan hal yang sederhana. Good Luck..=)

Sunday, January 5, 2014

motorcycle safety with touch sensors

How do I secure a motorcycle?

 Security motors are basically making a double switch in addition to the key switch on the motor. The motor can only be switched on if either the key or double switch ON. The double switch is usually placed in a hidden place. Usually under the seat.

 Although the method is very simple, but effective enough to dissuade thieves steal your motorcycle. In general, the thief in action in quick time. So, if after he turned the key in a way forced to use the T key, it does not necessarily make the motor can be turned on, then he will choose to cancel the intention of stealing the motorcycle rather than figuring out the secret switch position. Too risky!

 However, despite its effectiveness, the method has drawbacks. First, every time we turn off the motor, we also have to turn off the switch a secret. If we forgot to turn off the switch of the secret, then it means that security can become dysfunctional. The second drawback is that the thieves usually observed first motorcycle to be stolen. So, when we're open seat on and off switch secret, the thief could be watching us and know the position of the switch.

 To overcome these weaknesses, we can use a relay.
motorcycle safety with touch sensor
relay network scheme
 Relay is enabled using C9013 NPN transistor Q1 . Relay will be active only if Q1 ON . While Q1 will be ON only if the base getting enough current . Q1 base can only get current through R1 and C9012 PNP transistor Q2 . So , Q1 will be ON only if Q2 is also ON . Q2 will be ON if the base get a lower voltage than the emitter is around -0.7 V. A base connected to the collector of Q1 Q2 through R2 . And because Q1 is OFF , then the collectors will be attracted to the power supply voltage through the relay coil . Thus , the base of Q2 will have the same voltage at its emitter . Therefore , Q2 will also be OFF .

 The composition of the diode D2 and R4 only make the base voltage of Q2 is pulled toward the supply voltage through a relay and R2 alone , which amount is 1M . If you touch the sensor while the other part of our body that also touches the ground , the base voltage of Q2 will be turned down. Pull toward the supply voltage by R2 is too small compared to the pull down through the hands . This resulted in lower Q2 base of the emitter . Thus , Q2 will be ON . If Q2 is ON , then Q1 will also be ON . And if Q1 is ON , the collector of Q1 will drop to only about 0.3 V only. With the arrangement of D2 and R4 , the base of Q2 will be pulled toward the ground strong enough . Thus , although our hands are removed from the sensor , Q2 will be maintained to ON .

 C1 is used to ensure that when you first get the current series , the base voltage of Q2 will be equal to its emitter . Thus , Q2 will be secured in the OFF state until the sensor is touched .

 D1 is used to dispose of the voltage generated by the relay coil when the power supply is disconnected . It is useful to prevent damage to the transistor as the voltage .

 How do the installation.

There are two types of motorcycle CDI, the "CDI AC" and "DC CDI".
  In the motorcycle using the CDI AC, bike locks usually have 4 wires (see right off the back of the lock). 2 cables are normally open switch, and the other 2 wires are normally closed switch. Normally open switch is used to disconnect or connect the electrical circuit to the motor Accu. While normally closed switch is used to allow or prevent CDI Ignition. If both the CDI control cable is connected, the CDI can not be lit. Conversely, if the two wires are disconnected, then the CDI can be lit.

motorcycle safety with touch sensor
motorcycle lock with cdi ac
 To install a relay network in this type of motorcycle, connect + from the network to point B. Then put the relay switch in parallel with normal partake closed to point C and D. Ground of networks connected to the chassis of the motorcycle.
motorcycle safety with touch sensor
network installation in cdi ac
The sensor can be positioned anywhere up to you. However, the sensor must be completely isolated from the chassis. For example, connect the sensor to one of the screws to the motor body (the plastic) that the screw does not touch the chassis.
 Good luck, I hope you avoid motorcycle theft :!:

Friday, December 27, 2013

Pengaman Sepeda Motor dengan Sensor Sentuh



Bagaimana cara mengamankan sepeda motor?

 Pengamanan motor pada dasarnya adalah membuat saklar ganda selain saklar pada kunci motor. Motor hanya bisa dihidupkan jika baik kunci maupun saklar ganda ON. Saklar ganda ini biasanya ditempatkan pada tempat yang tersembunyi. Biasanya di bawah jok.
 Walaupun cara tersebut sangat sederhana, akan tetapi cukup efektif untuk membuat pencuri mengurungkan niatnya mencuri sepeda motor Anda. Secara umum, pencuri beraksi dalam waktu cepat. Jadi, jika setelah dia memutar kunci dengan cara paksa menggunakan kunci T, ternyata tidak serta merta membuat motor bisa dihidupkan, maka dia akan memilih untuk membatalkan niatnya mencuri motor tersebut ketimbang mencari tahu posisi saklar rahasianya. Terlalu beresiko!
  Akan tetapi walaupun efektif, cara tersebut memiliki kelemahan. Pertama, setiap kali kita mematikan motor, kita juga harus mematikan saklar rahasia. Jika kita terlupa mematikan saklar rahasia tersebut, maka berarti pengamanan menjadi tidak berfungsi. Kelemahan kedua adalah, bahwa biasanya pencuri mengamati terlebih dahulu motor yang akan dicuri. Jadi, saat kita sedang membuka jok dan mematikan saklar rahasia, bisa jadi si pencuri memperhatikan kita dan tahu posisi saklar tersebut.
 Untuk mengatasi kelemahan tersebut, kita bisa menggunakan relay.



Skema Rangkaian Relay
 Relay di aktifkan menggunakan transistor NPN C9013 Q1. Relay hanya akan aktif jika Q1 ON. Sedangkan Q1 hanya akan ON jika basisnya mendapatkan arus yang cukup. Basis Q1 hanya bisa mendapat arus melalui R1 dan transistor PNP C9012 Q2. Jadi, Q1 hanya akan ON jika Q2 juga ON. Q2 akan ON jika basisnya mendapatkan tegangan yang lebih rendah dari emitor-nya sekitar -0,7V. Basis Q2 terhubung ke kolektor Q1 melalui R2. Dan karena Q1 masih OFF, maka kolektor ini akan tertarik ke tegangan catu daya melalui kumparan pada relay. Dengan demikian, basis Q2 akan memiliki tegangan yang sama dengan emitor-nya. Oleh karena itu, Q2 juga akan OFF.
 Susunan dioda D2 dan R4 menjadikan tegangan basis Q2 hanya ditarik menuju tegangan catu melalui relay dan R2 saja, yang besarnya adalah 1M. Jika kita menyentuh sensor sementara bagian tubuh kita yang lain juga menyentuh ground, maka tegangan basis Q2 akan tertarik ke bawah. Tarikan ke arah tegangan catu oleh R2 terlalu kecil dibandingkan tarikan ke bawah melalui tangan. Hal ini mengakibatkan basis Q2 menjadi lebih rendah dari emitor-nya. Dengan demikian, Q2 akan ON. Jika Q2 ON, maka Q1 juga akan ON. Dan jika Q1 ON, maka kolektor Q1 akan turun menjadi hanya sekitar 0,3V saja. Dengan susunan D2 dan R4, maka basis Q2 akan ditarik cukup kuat ke arah ground. Dengan demikian, walaupun tangan kita dilepaskan dari sensor, Q2 akan tetap dipertahankan untuk ON.
 C1 digunakan untuk memastikan bahwa saat pertama kali rangkaian mendapatkan arus, maka basis    Q2 akan bertegangan sama dengan emitor-nya. Dengan demikian, Q2 akan dijamin dalam keadaan OFF sampai sensor disentuh.
 D1 digunakan untuk membuang tegangan yang dihasilkan oleh kumparan relay saat catu daya diputus. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan pada transistor karena tegangan tersebut.

Cara melakukan pemasangan.

 Ada dua tipe CDI sepeda motor, yaitu “CDI AC” dan “CDI DC”.
 Pada sepeda motor dengan menggunakan CDI AC, biasanya kunci motornya memiliki 4 kabel (lihat langsung dari belakang kunci). 2 kabel merupakan saklar normal terbuka, dan 2 kabel yang lain merupakan saklar normal tertutup. Saklar normal terbuka digunakan untuk memutus atau menyambung Accu ke rangkaian kelistrikan motor. Sedangkan saklar normal tertutup digunakan untuk mengijinkan CDI menyala atau mencegahnya. Jika kedua kabel kendali CDI tersebut dihubungkan, maka CDI tidak bisa menyala. Sebaliknya jika kedua kabel tersebut diputus, maka CDI bisa menyala.

 



 Kunci Motor dengan CDI AC 

Kunci Motor dengan CDI AC.

Untuk memasang rangkaian relay pada sepeda motor tipe ini, hubungkan + dari rangkaian ke titik B. Kemudian pasang secara paralel saklar relay dengan mengambil bagian normal tertutup ke titik C dan D. Ground dari rangkaian dihubungkan ke chasis sepeda motor.

Pemasangan pada CDI AC 

Pemasangan pada CDI AC.

 Sensor bisa ditempatkan dimana saja terserah Anda. Akan tetapi sensor harus benar-benar terisolasi dari chasis. Sebagai contoh, sambungkan sensor ke salah satu sekrup atau baud pada body motor (yang plastik) yang sekrup tersebut tidak menyentuh pada chasis.
 Selamat mencoba, semoga sepeda motor Anda terhindar dari pencurian :!:

 

Monday, October 21, 2013

Robot Line Follower Sederhana

 - Apa itu Robot Line Follower..? Robot Line Follower adalah robot yang dapat bergerak mengikuti garis secara OTOMATIS! tanpa remot yang mengaturnya...
Di bawah ini contoh robot line follower:

Nah..terlihat bukan di gambar ada sebuah ‘benda’ dengan roda yang dapat bergerak mengikuti garis / jalur berwarna hitam yang berbelok-belok. ‘Benda’ tersebut mengikuti garis dengan otomatis loh. Prinsip dasarnya, sama seperti manusia, mata digunakan untuk melihat, kaki/roda digunakan untuk berjalan, dan otak digunakan untuk berpikir. 3 Komponen utama pada setiap robot : mata, kaki, dan otak.

Sensor (Rangkaian Photo Dioda)
Sensor dapat dianalogikan sebagai ‘mata’ dari sebuah robot. Mata di sini digunakan untuk ‘membaca’ garis hitam dari track robot. Kapan dia akan berbelok ke kanan, kapan dia berbelok ke kiri. 
Pada robot line follower, sensor robot yang dapat digunakan ada 3 jenis, yaitu LDR (Light Dependent Resistor), Photo Dioda, dan Photo Transistor.


Nah..gambar di samping kanan adalah 1 pasang sensor yang akan kita gunakan pada robot line follower. Bentuknya mirip seperti LED, yang berwarna ungu bernama receiver (photo dioda) dan yang berwarna bening bernama transmitter (infrared). Untuk membuat robot ini, kita gunakan 4 pasang sensor seperti di kanan.
Kemudian, setelah kita mengetahui sensor apa yang akan kita pakai, coba buat dulu rangkaian seperti di bawah ini untuk setiap 1 pasang sensor :
 

Nah, untuk 4 pasang sensor..kita perlu membuat 4 rangkaian seperti di atas ini. Cara kerjanya cukup sederhana, hanya berdasarkan pembagi tegangan.Lambang LED yang berwarna hitam adalah transmitter atau infrarednya yang memancarkan cahaya infrared terus menerus jika disusun seperti rangkaian di samping. Lambang LED yang kanan adalah receiver atau photo dioda-nya yang menangkap cahaya infrared yang ada di dekatnya. INGAT masang photo dioda-nya HARUS terbalik, seperti gambar rangkaian di samping. Dari rangkaian sensor ini, kita ambil OUTPUT (to comparator, A/D converter, dll) yang ditunjukkan oleh gambar di samping.
Sensor (Cara Kerja)
Berikut cara kerja sensornya :cara-kerja-sensorKetika transmitter (infrared) memancarkan cahaya ke bidang berwarna putih, cahaya akan dipantulkan hampir semuanya oleh bidang berwarna putih tersebut. Sebaliknya, ketika transmitter memancarkan cahaya ke bidang berwarna gelap atau hitam, maka cahaya akan banyak diserap oleh bidang gelap tersebut, sehingga cahaya yang sampai ke receiver tinggal sedikit. Perbedaan cahaya yang diterima oleh receiver akan menyebabkan hambatan yang berbeda-beda di dalam receiver (photo dioda) tersebut. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini.
Kalau cahaya yang dipancarkan ke bidang putih, sensor akan :baca-putihSebaliknya, kalau cahaya yang dipantulkan oleh bidang hitam, maka sensor akan :
baca-hitamSetelah kita tahu ilustrasi sensor, tinjau kembali rangkaian sensornya, bisa kita analogikan seperti :
lagiTadi kita tahu kalau hambatan receiver berubah-ubah, jadi otomatis rangkaian sensor yang bagian kanan bisa kita analogikan seperti gambar. Receiver bisa kita analogikan dengan resistor variabel, yaitu resistor yang nilai hambatannya bisa berubah. Otomatis, dengan pembagi tegangan, nilai tegangan di output rangkaian juga akan berubah-ubah bukan? Jadi, baca putih akan mengeluarkan output dengan tegangan rendah (sekitar 0 Volt) dan baca hitam akan mengeluarkan output dengan tegangan tinggi (mendekati Vcc = 5 Volt). Untuk rangkaian sensor pembaca bisa kita lihat gambar di bawah ini. 
4sensor
Processor (Pendahuluan)
Processor yang kita gunakan di sini bukanlah processor” canggih Bahkan, kita sama sekali TIDAK menggunakan mikrokontroler, karena saya anggap mikrokontroler cukup rumit untuk ukuran smp dan sma. Dalam hal ini, kita gunakan 2 IC (integrated circuit) saja, yaitu 1 buah LM339 (Komparator) dan 1 buah 74LS00 (NAND gate). Di bawah ini gambar kedua IC tersebut :
icanProcessor (IC LM339)
IC LM339 biasa disebut sebagai komparator. Gunanya adalah untuk meng-compare(membandingkan). Dengan kata lain, sesuatu yang berbentuk analog harus dikonversi dulu ke dalam bentuk digital (deretan biner) pada dunia elektronika. Hal ini bertujuan untuk mempermudah processing. Gambar di bawah ini adalah datasheet LM339. Coba perhatikan :
lm339


Satu buah komparator terdiri dari 2 input, yaitu Vin (input masukan dari sensor) dan Vref (tegangan referensi). Pada dasarnya, jika tegangan Vin lebih besar dari Vref, maka Vo akan mengeluarkan logika 1 yang berarti 5 Volt atau setara dengan Vcc. Sebaliknya, jika tegangan Vin lebih kecil dari Vref, maka output Vo akan mengeluarkan logika 0 yang berarti 0 Volt. 
Kemudian, jangan lupa untuk menambahkan resistor pull-up di keluaran komparator (Vo). Hal ini disebabkan oleh perilaku IC LM339 yang hanya menghasilkan logika 0 dan Z (bukan logika 1), sehingga si logika Z ini harus kita tarik ke Vcc dengan resistor pull-up agar menghasilkan logika 1. 
Setelah digabung dengan sensor, ilustrasi rangkaian menjadi seperti ini.
sensor_lm339
Processor (IC 74LS00)
IC 74LS00 merupakan “NAND gate” yang berguna dalam teknologi digital. NAND gate terkait dengan logika 0 dan 1 serta merupakan gate yang paling simple dan bisa merepresentasikan semua jenis gate yang ada. Saya rasa bocah smp atau sma blom bisa memahami bagian ini. Di bawah ini adalah datasheet IC 74LS00.
nandProcessor (Motor)
Sekarang kita tinjau, bagaimana cara motor bekerja ketika robot berbelok ke kiri dan ke kanan. Lihat ilustrasi di bawah ini ketika robot akan berbelok ke arah kanan.
belokkananKemudian, lihat ilustrasi di bawah ini ketika robot akan berbelok ke arah kiri.
belokkiriNah..Ketika robot bergerak lurus, motor akan menyala dua”nya.
lurus
Processor (Transistor)
Output dari IC NAND tidak mungkin kuat untuk mendrive transistor. Kalau saya tidak salah, output IC hanya sekitar 2 V. Jadi, kita membutuhkan sambungan langsung motor ke baterai untuk menggerakkannya.
Transistor dapat berfungsi sebagai saklar / switch on off. Motor tidak menyala terus menerus bukan? Sudah saya jelaskan di bab sebelumnya, pada jalur tertentu motor akan mati dan menyala. Nah,, nyala mati motor tersebut diatur oleh transistor. Transistor yang digunakan di sini adalah NPN. Pada dunia elektronika, transistor terdiri dari dua jenis, yaitu PNP dan NPN. Berikut ilustrasi gampangnya terkait dengan motor.
transistorJadi, sejauh ini kita punya rangkaian lengkap seperti di bawah ini.
lengkap
Mekanik
Hmm..
sebenarnya, saya juga kurang mengerti bagian mekanik. Soalnya saya bukan orang mesin..hehe.. Saya cuma tahu sedikit tips, yaitu buat gear yang besar” agar torsi-nya besar. Jadi, robotnya bisa berbelok dengan kuat. Kalau torsi kecil, robot akan sulit untuk berbelok.
PCB Layout
Berikut ini pcb layout dari sensor robot line follower, terdiri dari 4 sensor. Layout PCB ini dibuat dengan menggunakan software eagle.
sensorDi bawah ini layout pcb dari rangkaian processor, yang terdiri dari 1 IC NAND dan 1 IC komparator.
processorboardyang jadinya akan seperti gambar di bawah ini
board
Sekian dulu ya tentang Membuat Robot Line Follower Sederhana. Pasti kalian bisa membuatnya
Good Luck :)